Make it simple.

Masih di kantor dan sambil nungguin dijemput menjelang malem gini…

dengerin ceramahnya Aa Gym, tentang sederhananya hidup dan hal-hal yang dapat mengotori hati. Mudah2an kita senantiasa dijauhkan dari penyakit hati.

Dari sikap menyakiti perasaan orang lain, tidak menghargai orang lain, sikap ingin dianggap hebat oleh orang lain atas kemampuan, ilmu ataupun harta kita. padahal kita sebenarnya tidak memiliki apa-apa.

Alhamdulillah atas semua rezeki Allah.

Advertisements

Renungan pagi, arti sebuah kebahagiaan.

Pagi ini rasanya malas untuk balik lagi ke Jakarta, dalam hati brasa nanggung banget tinggal Jum’at duank ngantornya. Tapi karena dedikasi yang tinggi, nyampe juga di kantor. Cuman 2 jam dari Bandung ke Rasuna Said and it was wonderful. I love Jakarta deh kalau gini tiap hari.

Jadi, selama perjalanan itu aku mencoba merenung. As usual and that’s what i love about traveling. You have time to think, let your mind wandered. My “me time” is just as simple as that. And i love traveling by bus, because of its big windows.

Aku merasa bersyukur sangat, dengan kondisiku saat ini. Sekolah sudah lulus, udah menunaikan umroh dan haji, punya penghasilan sendiri, tabungan ada, keluarga besar yang wonderful, ada calon life partner yang super nice, diberi kesehatan, and so on.

Sepertinya, hampir semua list keinginanku yang aku bikin sebagai target sblm umur 27 sudah tercapai. Alhamdulillah.

Tapi apa aku bahagia dengan semua itu? Rasanya physically iyah. Tapi rasa di dalam hati, hati ini kosong. Walaupun hati ini tenang. tapi rasanya berbeda. Rasanya jauh dari Allah. Kembali aku flashback, kapan sih aku terakhir kali sedekah tanpa pikir panjang? kapan terakhir kali aku giat menghafal ayat-ayat Al-Quran, apa kabar niat yang dulu katanya mau mulai berpakaian syar’i ?

apa kabar semua itu?

Akupun langsung tau semua jawaban ketidakbahagiaan itu asalnya dari mana. Iman ini kadarnya sedang turun. Alhamdulillah masih diingatkan. Allah memang sangat baik. Maha Penyayang. Dia menegurku melalui sebuah renungan kebahagiaan di pagi hari. Dia menegurku di dalam tenangku.

I feel blessed. Dan inti dari renungan pagi ini,

“Kebahagiaan itu tidak datang dengan sendirinya, kita harus tetap mencarinya, mengusahakannya.”

Alhamdulillah.

“is he the one ?”

Post ini sebenernya sudah ada di draft blogku. Aku sengaja ngecek drafts post blog ini dan penasaran sama apa yang telah aku tulis untuk judul yang bikin aku penasaran.

Ternyata isinya masih kosong, bersih tanpa satu katapun. aku liat last editednya, it was on october 2010. Aku mencoba mengingat apa yang terjadi di bulan itu yang membuatku ingin menulis ttg “is he the one?” . Yeah, mungkin duluuuu aku lagi galau kali ya, started a relationship dan berharap it would be my last one. Isi hati mengatakan demikian, tapi rasanya terlalu prematur jika keyakinan itu timbul hanya dlm beberapa bulan kami berkenalan.

aku salah satu tipe orang yang susah untuk bener2 suka sama lawan jenis sebelum aku tau dan mengenal sifat2nya. Rajin ibadahnya, tidak berkata kasar, sayang keluarga, easy going alias gak ribet, punya mimpi dan jujur apa adanya. Gak banyak kan beberapa kriterianya? 😛

Sekarang aku bisa jawab pertanyaan dulu itu. Ya, insyaAllah he is the one.

We are not a perfect couple, sering beradu argumen tapi no hard feeling, suka mrajuk tapi ga bisa lama-lama, kadang suka egois tapi lama-lama ngerti sendiri, sama-sama mau belajar, sama-sama punya mimpi, sama-sama mau berusaha. Rasanya aku lebih melihat banyak kesamaan visi misi daripada perbedaannya. He is a helpful guy. Aku bersyukur. Hal-hal kecil sperti dia mau bareng-bareng menyiapkan rencana-rencana our wed day, dia bahkan yang bikin negosiasi sama vendor catering ketika aku ga sampe hati untuk men-cancel salah satu vendor catering. Made me to love him more. It was sweet to know that he is also a family man, bahwa dia sangat menyayangi keluarganya dan aku pun banyak belajar darinya. Cara berfikir kami cukup berbeda dan sangat bertolak belakang tapi kadang kami tau kapan harus saling mendengarkan. We are not perfect but we can be a great partner in life.

And yes, Semoga he is the one. Aamiin.

2013 Events (2)

sama mamah papah

Graduated.

Yes, I have completed my master degree. Gak kerasa udah 1,5 tahun kuliah daaaaannn akhirnya lulus.

walaupun cuman berdua (wisudawan S2 TMDG oktober) but it was fun, karena ma’ nenek dtg dan support dari temen2 lain yang terus nyemangetin made my day.

InsyaAllah kalau ada rezeki lagi, mau kuliah lagi. Psychological engineering atau Business Management atau Software engineering.

Aamiin.

.IMG-20131018-WA0010_20131020220147152  20131018_061841

2013 Events (1)

2013 Events (1)

Enggaged.
Ternyata gak sesulit yang dibayangkan prosesnya. I guess we are having fun dan senang ketika keluarga berkumpul. It was crowded karena kami mempunyai keluarga yang besaaaarrr… 😀
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan banyak saudara yang membantu. Membantu masak dan rapih2 rumah, dan mendoakan.
Bismillah, semoga dimudahkan menuju hari H.

Image

Akuuuu tertipuuuu….

Nulis judul dengan nada lagunya nugi..

ya, Aku tertipu.Kejadiannya 2 hari yang lalu ketika aku berangkat ke kampus sekitar pukul 9 pagi. hari itu memang tidak ada firasat apa-apa. seperti biasa aku lalui rute yang hampir tiap hari aku lalui. cimahi-ledeng dilanjutkan ledeng-caheum.

seperti biasa, gadget note ku selalu menemani. kadang aku buka untuk baca berita atau wassapan dengan teman walau memang tidak sepanjang perjalanan. Yang aku ingat adalah penumpang terakhir, laki-laki, naik di angkot yang kutumpangi di depan sabuga. Jarang memang ada penumpang yang naik di daerah itu. aku sadar. angkot pun sabar menunggu dia menyebrangi jalan yang memang sedang ramai.

Hampir sampai di gerbang belakang kampus. Lelaki yang duduk di sebelah orang yang duduk disebelahku membuka jendela dan meminta tolong aku untuk menolongnya.

akupun menolongnya, dan gara-gara aku, jari-jarinya terjepit di jendela tersebut. agak dalam memang. aku dorong dan tarik jendela tersebut, jarinya pun ikut terseret.

aku panik setengah mati. tapi tidak ada yang membantu. satupun.

aneh rasanya, bahkan orang disebelahku pun sama sekali tidak menoleh untuk menolong.

Rupaya pada saat aku panik, mereka memanfaatkan kelengahanku dengan membuka seleting tasku dan mengambil gadgetku. Pada akhirnya, orang yang terjepit pun menarik paksa jarinya dan pergi keluar angkot dengan manarik tasku. tasku berisi laptop, dompet, dan hampir semua hartaku disitu. harta berupa data. data tesis, data kerja. aku pun mempertahankannya, dan tetep, tidak ada satu orangpun yang membantu padahal angkot itu penuh dengan penumpang.

Setelah ketidakberhasilannya untuk mengambil tasku, aku pun merasa menang dan kembali duduk. anak-anak SMA disebelahku menyuruhku untuk memeriksa gadget yang ada di tasku. setelah aku cek dengan kepanikan yang masih membara, ternyata tidak ada.

lelaki jahat itu masih terlihat berjalan cepat di belakang angkot. sebenarnya dilema waktu itu, apakah aku mengejar lelaki itu atau menggeledah lelaki yang ada disampingku. dan aku memutuskan untuk turun dari angkot dan mengejarnya. aku berlari tanpa membayar angkot. Dia pun menghilang diantara warung-warung yang berada di belakang kampus. Entah dia punya jurus ninja darimana.

aku lelah, dan menoleh ke belakang, angkot itu pun belum bergerak. sepertinya dia menungguku untuk membayar atau mereka penasaran menonton aksi kejar-kejaranku dengan orang jahat itu.

aku lelah, aku duduk di aspal tepat di belakang gerbang kampus dan menangis seperti anak kecil. rasa kehilangan note ku tidak begitu besar dari rasa kesal karena merasa tertipu orang yang kita anggap baik.

angkot hijau itupun pergi, mungkin karena menganggap tidak mungkin aku menghampirinya dengan jarak yang lumayan jauh, atau mereka iba terhadapku. entahlah.

jujur,aku menangis terisak-isak di perjalananku ke residensi. aku ga peduli, aku hanya ingin menumpahkan perasaan kesalku dengan menangis.

kuubah semua passwordku untuk beberapa aplikasi yang memang aku sync’kan di hpku. itu pun karena aku masih gegabah, seharusnya aku cek dulu di google latitude melihat posisi jika ternyata aku login di tempat yg berbeda yang akan aku curigai sebagai tempat komplotan itu membuka noteku.

aku telfon kedua orang tuaku dan memposting di fb bahwa nomorku tidak aktif lagi. karena memang aku belum sempat memblokir nomorku. cerita dari teman, hape nya hilang dan dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab yang meminta sejumlah uang untuk operasi si korban kepada orang tua korban.

yah, begitulah kisahnya. InsyaAllah ikhlas, tapi satu hal yang menjadi pelajaran adalah mungkin aku sekarang akan sedikit overprotective dan tidak gampang percaya pada orang asing.

sering aku mendengarkan modus pencurian seperti ini, tapi ketika kita sendiri yang mengalaminya, sense of humanity itu pasti spontan keluar. tidak ada pertarungan batin antara menolong atau membiarkan. dan kita pun panik. sayang banyak orang yang memanfaatkan hal tersebut untuk tujuan jahat.

doaku, mudah-mudahan orang-orang baik diluaran sana tetap menjadi orang yang baik. jangan lantas menaruh curiga pada setiap orang dan tumbuh rasa enggan atau ketidakpedulian terhadap yang membutuhkan. tapi jangan membantu begitu saja, lihat dan perhatikan dulu orangnya. just be wise.

dan smoga Allah melapangkan rezeki orang-orang jahat itu dengan rezeki yang halal dan berkah sehingga mereka tidak perlu mencuri dan menipu orang lagi.

Pelajaran lainnya adalah, please, jangan panik. aku insyaAllah sudah mengikhlaskan, tapi setiap aku menutup mata untuk tidur, otak masih memvisualisasikan tindakan alternatif yang seharusnya aku lakukan. hal itu membuatku tidak bisa tidur karena ketidakpuasan terhadap tindakan diri sendiri yang panik dan gegabah. walaupun demikian aku bersyukur bahwa aku masih selamat, seandainya aku bertindak jagoan sendiri, tidak mungkin aku menang melawan ke-4 pria gerombolan itu.

alternatif tindakan yang bisa aku lakukan jika aku sabar dan bijak adalah :

1. akan aku teriaki copettttt…. ditujukan ke pria jahat itu.

2. aku akan terus naik angkot itu sampai gerbang kampus belakang, dan meminta angkot untuk tidak pergi dulu, aku pun akan bilang bahwa aku mahasiswi di institut itu dan meminta tolong kepada kedua satpam yang biasa jaga di gerbang untuk menggeledah pria-pria yang ada di angkot.

banyak doa semoga aku mendapatkan yang lebih baik lagi.

dan untuk semuanya, stay alert, jangan lengah dan selalu hati-hati.

 

 

Mengejar Mei 2013.

Apa yang mau dikejar? jadwal sidaaaang 28-29 Mei 2013. uji kelayakan dan pengumpulan semua deliverable tanggal 17 Mei. itu yang harus dikejar.

Sebenarnya i just feel that its worth trying. Pengen cepet lulus karena selain cutinya udah kelamaan, aku juga udah kangen bersibuk ria dengan pekerjaan. istilahnya biar bisa move on, planing the next step.

Masih banyak deliverable yang belum, dokumen kelompok , dokumen individu, poster, video, web, data uji. bagaimana ini???

yah, tetep ngerjain. harus ada progress per harinya.

demi lulus Mei ^^

Previous Older Entries